Perum Madukismo Blok Barat Terima Penghargaan Anugerah Budaya Yogyakarta

Tadi malam saya berkesempatan untuk hadir dalam Malam Anugerah Budaya Yogyakarta di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. Hadir bersama temen temen Komunitas Blogger Jogja atas undangan dari Dinas Kebudayaan DIY, saya hadir kemruputen alias datang awal. Acara Anugerah Budaya Yogyakarta ternyata baru dimulai setelah sholat Isya’ lha kami datang ke sana sebelum sholat Magrib haha. Gasik. Tak apalah menghormati yang mengundang kami.

Acara Malam Anugerah Budaya Yogyakarta 2015 diawali dengan makan bersama, untuk tamu undangan seperti saya diberi nasi kotak hehehe dan duduk di sebelah timur pendopo Bangsal Kepatihan. Setelah pembukaan kemudian dilanjut dengan sambutan Panitia dan penyerahan Penghargaan. Sebelum penyerahan didahului prosesi tarian dari 6 orang penari payung

Atraksi Budaya Malam Anugrah Budaya Yogyakarta 2015

Acara Malam Anugerah Budaya Yogyakarta sedianya akan dihadiri oleh Ngarso Dalem Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X diwakili oleh Bapak Sekda DIY yakni Drs. Ichsanuri. Dalam sambutannya Gubernur DIY yang dibacakan Bapak Sekda memberikan harapan bahwa Budaya Indonesia umumnya khususnya Budaya Jawa (Yogyakarta) yang mencerminkan nilai-nilai luhur harus tetap dilestarikan hal ini akan berguna untuk memperkukuh jati diri bangsa, memperkuat kepribadian bangsa serta menjadi kebanggaan nasional disamping juga memperkuat ikatan rasa kesatuan dan persatuan nasional.

Anugera Budaya Yogyakarta diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk perhatian kepada para pelaku dan pelestari budaya serta bisa menjadi motivasi anak-anak muda Yogyakarta untuk turut serta menjada seni dan budaya dalam rangka pelestarian dan perlindungan warisan budaya dan cagar budaya bangsa.

Berikut ini adalah Penerima Penghargaan Anugerah Budaya Yogyakarta :
Seniman :

  • E.Suharjendra mengabdikan hidupnya untuk Budaya Jawa pada sastra dan budaya jawa,
  • Erwito Wibowo Penggagas upacara Bedhol Keprajan di Kotagede,
  • Mas Penewu Cermo Sutejo Pendidik dan Seni Pedhalangan,
  • Dr.Majiyo Akademisi dan Seniman tari,
  • Sarjono Penulis dan Pemain Kethoprak.

Penerima Anugrah Pengargaan Budaya bidang Pelestari Warisan Budaya :

  • Bangunan Tradisional Jawa Joglo, desa Wisata Brayut,Pendowoharjo, Sleman.
  • Warisan Budaya Bangunan Indis (Balai Yasa Yogyakarta),
  • Warisan Budaya,Bangunan Indhis (Gereja Kristen Jawa Wates) wates kulonprogo.
  • Bangunan Warisan Budaya Bangunan Indis (Perumahan Pabrik Gula, Madukismo) Padokan,Tirtonirmolo,Kasihan Bantul.

Lembaga dan Pelestari Adat Tradisi Penerima Penghargaan adalah

  • Hastanata Semangat nguri-uri tata Rias Pakem Jogja .Ny.Sujonoworo.
  • Agus Purwanto.S.pd Pelestari Upacara Adat Cing-cing Goling di Karangmojo, Gunungkidul.
  • D.mulyono.S.Sos Penggagas Upacara Adat Saparan Rebo Pungkasan “ Kembul sewu Dulur” Kayangan Pendoworejo,Girimulyo,Kulonprogo.
  • Sunarto.SE Pelestari Upacara adat Kupatan Jalasutro,Piyungan,kabupaten Bantul.

Untuk Penghargaan Anugrah Budaya dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diserahkan berupa pin emas, Piala, Piagam serta uang Pembinaan, serta biaya pemeliharaan masing-masing menerima Rp.25 juta.

Untuk bangunan Warisan Budaya Bangunan Indis yakni Perumahan Pabrik Gula Madukismo Blok Barat yang ada di Komplek Madukismo saya apresiasi kalo mendapat penghargaan karena sampai saat ini masih terjaga dari sisi bentuk bangunan, hanya saja mungkin yang perlu di pikirkan adalah biaya perawatan yang besar dan harus di kerjakan bersama sama bukan diserahkan ke tiap penghuni sementara. Apabila diserahkan ke tiap penghuni, ada kemungkinan proses perawatan tidak sama dan tidak sesuai dengan harapan dari berbagai pihak terutama untuk mempertahankan Warisan Budaya Bangunan tersebut.

Nah ada peluang ni dari Pemerintah DIY apabila ada bangunan yang ada disekitar kita untuk kita usulkan ke pemerintah agar dapat perhatian terutama untuk biaya pemeliharaannya.

Add Comment

Anti-Spam Quiz: