Gebyar Dirgantara Yogyakarta 2015 Kemeriahan yang berakhir duka

Minggu pagi saya bersama ibu, istri dan anak saya antusias untuk menyaksikan Gebyar Dirgantara Yogyakarta 2015 yang diadakan oleh TNI AU di komplek TNI AU Adisucipto Yogyakarta. Berangkat dari rumah pukul 07.00 tiba disekitar Flyover Janti pukul 07.30 menit terlihat dipintu masuk Karang Jambe sudah mulai ramai macet. Saya sempat berfikir wah salah nih kalau kita menggunakan mobil dan ternyata memang benar, untuk menuju lokasi parkir mobil yang kami tumpangi berjalan merayap, ini membuktikan bahwa antusias warga untuk menyaksikan perhelatan Gebyar Dirgantara yang memang di GRATIS kan untuk masyarakat.

Lokasi parkir mobil dan motor yang berada disisi timur dengan jarak kurang lebih 2 KM membuat perjalanan terasa jauh karena mobil hanya bisa berjalan merayap saja. Namun begitu kami beruntung kami masih kebagian tempat parikir yang nyaman, karena info dari teman yang juga ingin menyaksikan acara tersebut, beliau datang terlambat 1 jam dari kami sudah tidak dapat lokasi parkir.

Memasuki pintu masuk lokasi acara di lapangan panggung utama, kami diperiksa oleh petugas untuk mengecek barang bawaan kami, siapa tahu membawa barang berbahaya termasuk korek api yang disita petugas.

Kemeriahan Gebyar Dirgantara 2015

Dilokasi acara ternyata sudah banyak pengunjung yang datang dari pagi hari, karena memang pagi ada acara Lari Run Way pesawat dan juga banyak peserta pameran yang ikut andil dalam acara ini antara lain dari Klub Otomotif serta aneka macam penjual baik jual mobil, motor maupun makanan untuk pengunjung .

Seperti biaya ketika berkunjung, anak anak bukan antusias melihat, yang dipikirkan hanyalah membeli mainan hehe, namun begitu pagi itu bisa kami cegah untuk melihat dahulu pameran dirgantara. Karena terik matahari pagi itu sangat cerah cenderung panas, kami lupa tidak membawa payung sehingga membuat kami semua tidak kuat untuk berlama lama melihat, apalagi pameran tepat ditengah lapangan aspal yang tentu saja membuat hawa diatasnya menjadi semakin panas.

Karena panas, anak anak tidak mau untuk berlama lama mengabadikan moment di dekat pesawat, namun karena sayang kalo tidak ada dokumentasi, akhirnya mau juga di jepret disalah satu pesawat

20151220090957

Setelah berkeliling dari sisi timur ke arah barat dimana pasawat tempur dipamerkan, kami sudah tidak tahan dan mencari tempat untuk beristirahat karena kepanasan, kebetulan ada penjual Takoyaki kesukaan anak anak. Disela makan, terdengar suara pesawat tempur T50i yang sedang melakukan atraksi, semua pengunjung yang tadinya duduk duduk di sekitar penjual makanan akhirnya berhamburan keluar ingin menyaksikan atraksi tersebut, kami pun antusias untuk melihat. Suara keras pesawat ketika melintas diatas pengunjung seperti gemuruh membuat suasana makin riuh apalagi teriakan dan aplaus dari pengunjung membuat suasana menjadi ramai dan seru. Pesawat tempur T50i terus memberikan atraksi yang menarik hampir sekitar 10 menitan. Namun begitu anak saya yang kecil agak takut karena suara gemuruh dari pesawat.

Selang beberapa saat atraksi, ketika dari arah barat menuju ke timur, saya mbatin sama istri, Bu kok pesawatnya ga bunyi lagi ya, terus terbangnya kok agak pelan tidak seperti waktu awal, apa mungkin suaranya sengaja dihilangkan kata istri. Nah tiba tiba ketika kami menengok kearah utara, kepulan asap membumbung tinggi dan pesawat tidak terdengar lagi. Wah wah….. ini ada yang ga beres, pesawat jatuh. Sebagian pengunjung langsung berhamburan kearah kepulan asap, saya mendengar dari pengunjung kalau memang pesawat yang tadi beratraksi jatuh.

Beberapa saat pengunjung yang tadinya ingin menyaksikan jatuhnya pesawat kemudian di halau petugas sehingga berkumpul kembali di lapangan untuk menyaksikan Drumband dari Akademia Angkatan Udara. Saya sempat bertemu dengan teman kuliah saya yang sekarang bertugas di Lanud Adisucipto Mas Widodo Saputro beliau bilang kalau pesawat jatuh, namun begitu beliau belum yakin karena belum mendapat informasi yang valid, beliau sempat bilang biasanya pilot sudah terlempat dengan kursi pelontar dari pesawat. Saya sempat berujar Syukur Alhamdulillah kalau tidak ada korban. Kemudian kami melanjutkan menonton atraksi drumband.

Karena sudah siang dan mendengar kabar bahwa acara tidak dilanjutkan kami bergegas ke mobil dan selang beberapa saat ada informasi kalau pewasat yang tadi jatuh sudah fix dan menyebabkan pilot dan kopilot meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Ya Allah kami berduka tapi disisi lain kami bersyukur jatuhnya pesawat tidak pada saat kami dibawahnya, karena akan ada banyak korban bila hal ini terjadi.

Kemeriahan acara tersebut, harus diakhiri dengan duka yang mendalam, kita sudah diberikan hiburan oleh Almarhum berdua, mari kita doakan semoga Almarhum diterima disisi Allah dan diberikan tempat yang mulia dan setinggi2 di sisi Allah SWT. Amien

Add Comment

Anti-Spam Quiz: