Aku Ingin Jogja Tidak Tambah Macet

Kalo anda berkunjung ke Jogja khususnya Kota Jogja pas waktu liburan panjang, wah jangan harap akan dapat ontime sampai tujuan, bisa jadi kalo bawa mobil n ga tau jalan tikus sama seperti di Jakarta butuh waktu lama.

Apabila saya amati dari tahun ketahun, selama 2 tahun terakhir ini memang jalanan Jogja serasa sempit banget, itu saja Bus Kota yang tadinya banyak lalu lalang sudah di ganti sama Bus Trans Jogja yang masih cukup laik jalan.

Karena saya orang Bantul, perbedaan mencolok saat ini yang paling beda adalah penggunaan Sepeda yang berganti menjadi Sepeda Motor. Sekarang ini yang menggunakan sepeda waktu kerja bisa dihitung, selebihnya adalah pengguna Sepeda Motor. Hal ini bisa jadi karena untuk punya motor sangat mudah, tinggal ninggal KTP saja sudah bawa motor baru, sehingga yang terjadi ya tadi tambah banyak motornya tambah banyak polusinya tambah macet jalannya.

Gambar dibawah ini adalah Analisa seorang Pakar UGM yang diambil dari Harian Kedaulatan Rakyat Tangal 7 Maret 2013 Halaman 2

KR Jogja Macet

Khusus yang di Kota Jogja lebih khusus di seputaran Malioboro, Alun-Alun Utara memang kemacetan semakin hari semakin terasa apalagi sebagaimana saya sampaikan diatas apalagi pas liburan karena memang sebagai Tujuan Wisata. Dan hal ini apabila tidak ada solusi dari berbagai pihak yang terlihat disana, bisa jadi mau ke Malioboro saja bisa butuh waktu 2 jam dari Bantul hehe.

Kemacetan di Jogja ini tidak hanya terjadi di Kota saja, apabila anda mau coba survey, berikut ini beberapa titik kemaceten di Jogja antara lain :

  1. Sepanjang Jalan Solo mulai dari Perempatan Demangan sampai Petigaan Janti, apalagi depan Ambarukmo Plaza adalah titik kemacetan terparah saat ini saat jam 10.00 – 18.00 WIB
  2. Perempatan Ring Road Jalan Kaliurang
  3. Perempatan Ring Road Condong Catur
  4. Perempatan Wirobrajan
  5. Sepanjang Jalan Godean dari Pertigaan Jati Kencana sampai Ring Road Demak Ijo

Lantas apa nih solusinya?

Mau Bangun jalan layang? Bikin Jalan Layang Jombor saja udah bikin macet tambah, itu saja dengan lokasi yang cukup lebar, lha apa bisa diterapkan di sekitaran Malioboro?

Pemindahan transit bus dan ruang parkir, lha kita ini kan orang orang ga mau susah, sudah disediakan tempat parkir saja tetep milih yang deket lokasi, contoh saja Parkir Bus Ngabean yang mangkrak, milih parkir di Alun Alun walo harus ngorbankan rumput dan kebersihan Alun Alun.

Perbaikan Transportasi Umum.  Di Jogja ini jarak antar tempat sangat dekat dan mudah di jangkau, sehingga banyak yang memilih motor dan mobil pribadi untuk  bepergian. Apakah perbaikan transportasi umum dapat mengurangi kemacetan? Saya masih meragukannya, hal ini terkait dengan sikap dan perilaku kita sendiri. Apalagi kalau anda di posisi saya yang rumahnya ada diluar ring kota Jogja dimana angkutan tidak sampai ke depan rumah saya, apakah saya harus pake angkutan? Padahal ada motor atau mobil dirumah.

Kebijakan adanya kemudahan pengusaha untuk investasi Hotel dan Mall di Jogja juga memicu kedepan akan meningkatkan kemacetan, hal ini bisa dibuktikan dengan hadirnya Mall Ambarukmo yang salah satunya banyak dikunjungi setiap siang sore dan akhir pekan plus beberapa hotel dan mall yang akan berdiri disepanjang Jalan Solo ini.

Akhirnya kembali lagi kepada semua pihak baik pemerintah, pengusaha dan masyarakat yang berkepentingan untuk tidak menjadikan Jogja bertambah macet lagi. Seharusnyalah ada pembatasan pembangunan Mall terutama di ruas jalan utama, penertiban Parkir yang bener jangan sampe kalah sama preman, kesadaran angkutan umum dan pariwisata.

Semoga hal ini bisa terwujud. Aku ingin Jogja Tidak Tambah Macet, Itu Saja

2 Responses

  1. Ardelia Keeney 5 years ago
  2. Sosita 4 years ago

Add Comment

Anti-Spam Quiz: