Ku Rawat Dia Sebagaimana Anaku

Tulisan ini saya tulis untuk berpartisipasi setelah membaca tulisan mbak Mubarika di blognya. Ini adalah sedikit cerita tentang keseharian dari Istri saya.

Saat ini saya bekerja di salah satu Rumah Sakit di Jogja, kebetulan pula saya kerja di bagian NICU yakni dimana keseharian mengurusi anak-anak yang lahir kedunia dikarunia oleh Allah Subhanahu Wata’ala mempunyai kelebihan dan kekurangan. Setiap hari sering menemui bayi yang lahir dengan kelainan jantung, down sindrome, flek, dan lain-lain.

Ketika kami dikaruniai anak pertama kami, waktu itu alhamdulillah kelahirannya normal walopun harus di vakum karena sudah tidak kuat untuk melahirkan, kami berdua punya kekhawatiran karena ada sesuatu dengan anak kami dimana dalam 2 hari, belum bisa mengeluarkan air seni (kencing) sehingga harus dilakukan tindakan agar tidak mengarah ke ISK, namun Alhamdulillah semua baik dan sampai sekarang si anak dalam keadaan sehat.

Sama dengan kelahiran anak pertama, anak kedua kami lahir melalui persalinan normal dan diberikan kelancaran dan kesehatan, namun demikian sering kali saya merasa khawatir ketika setiap hari dia harus bergelut dengan anak-anak malang yang harus merasakan sakit dan terbaring di rumah sakit.

Saya sering tidak tega ketika melihat bayi dengan (mohon maaf) tidak mempunyai tempurung kepala, usus terburai diluar perut, kepala membesar, betapa sedihnya mungkin kita sebagai orang tua melihat hal itu. Terkadang saya mendapatkan banyak curhat dari ibu-ibu yang merasakan kesedihan mengapa anak-anak mereka lahir dengan tidak sempurna ke dunia ini. Namun justru dari sinilah kita bisa mengambil hikmahnya. Kita harus dituntut untuk bisa bersabar dan menerima dengan ikhlas.

Saya meyakini bahwa kalopun anak-anak ini bisa bilang, “ibu rawatlah aku dengan kasih sayangmu, do’a kami untuk ibu selalu. Hanya kasih sayang ibulah yang bisa membuat kami kuat”

Walapun memang kewajiban saya untuk merawat anak-anak ini karena tugas, namun keihklasan kita niscaya akan membuat anak-anak ini bertahan dan kuat dan sehat, Insya Allah.

Sepenggal cerita dari Istri saya.

Kita harus bersyukur ketika kita diberikan amanah berupa anak-anak kita yang lucu, imut dan menggemaskan

Apapun yang terjadi dengan anak-anak kita, sayangilah mereka karena saya yakin dia yang akan memasukan kita ke jalur surga atau neraka.

Semoga kita beruntung memiliki anak-anak yang nantinya juga menyayangi kita memberi kita kebanggaan.

Terima kasih ya Allah

 

 

Add Comment

Anti-Spam Quiz: