Seandainya saya menjadi anggota DPD RI

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

logo dpd riApa yang akan saya perbuat? Korupsi? Wkwkw. Parah kalo pola pikir semua orang yang pengen jadi politisi terus cuma untuk korupsi. Semoga tidak seperti itu ya! Lantas apa yang akan saya perbuat “seandainya saya menjadi anggota DPD RI”. Yang jelas Amanah.  Sebelumnya untuk menjadi anggota DPD RI tentu tidak mudah, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta saja hanya diambil 4 orang. Karena mewakili daerah seharusnya Daerah Istimewa Yogyakarta diberi kuota 5 orang sehingga saya bisa mewakili masing-masing bisa mewakili 1 kabupaten/kota. Tak apalah sementara ini kali ini saya menyalurkan gagasan untuk Indonesia lewat DPD RI dengan memposisikan “Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI”.

Saya sebelumnya pernah memposting mengenai sekolah perjuangan yang ada di Maros dan Maluku, dimana kondisi sekolah sangat memprihatinkan, sehingga ruangan sekolah / kelas tidak layak disebut sekolah malah mungkin (maaf) mirip kandang sapi.

sekolah kandang sapi

 

Nah sepertinya hal ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Dalam hal ini karena anggota DPD mewakili daerahnya seharusnya memperhatikan hal ini, ketika suara rakyat kecil belum tentu didengar, mungkin ketika jadi anggota DPD bisa menyuarakan hal ini.

Untuk itu “seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan terjun ke lapangan dan focus pada sector pendidikan dimana sector ini merupakan sector paling penting untuk pembangunan generasi penerus bangsa Indonesia. Seperti kita tahu pendidikan memperolah dana 20%, namun apakah dana tersebut sudah benar-benar tersalur dengan adil, merata dan sampai pada sasaran. Kalo kita lihat gambaran mengenai “sekolah kandang sapi” tentu anda sependapat kalo hal ini belum bisa efektif dan tepat sasaran. Tentu tidak mudah untuk hal ini namun harus diperjuangkan. Untuk mengefektifkan hal ini perlu dilakukan audit pengelolaan dana pendidikan dan kita sebagai anggota DPD wajib turut serta melakukan pengawasan mengenai pengelolaan dana pendidikan ini. Satu hal lagi, saya akan memperjuangkan pendidikan yang murah, tidak seperti yang sekarang terjadi untuk masuk PT, kita harus menyetor uang minimal 10 juta belum harus beli perlengkapan lainnya, sehingga kalo anak lahir dari keluarga kurang mampu mana bisa jadi mahasiswa.

Tidak kalah pentingnya ketika menjadi anggota DPD adalah mengenal rakyat yang memilih kita dan tidak lupa melupakan jasa mereka memilih kita. Jangan ketika sudah menjadi wakil rakyat, malah keenakan duduk doank dan mendapat gaji. Sebagai contoh sampai saat ini saya sebagai warga belum pernah beraudiensi dengan salah satu wakil DPD RI dari Yogyakarta. Bisa jadi “pertanyaanya apakah yang berhak beraudiensi hanyalah rakyat tertentu”. Seharusnyalah selama kurun waktu 5 tahun jadi wakil bisa sesering mungkin melakukan audiensi dan mengenal masyarakat dari berbagai profesi di daerah yang diwakilinya dan sesering mungkin minta masukan untuk disuarakan di Senayan. Termasuk masukan mengenai pendidikan di daerah yang sering kali terlupakan.

Itulah sekelumit gagasan “seandainya saya menjadi anggota DPD RI” semoga bisa menjadi masukan buat yang udah duduk di sana dan pendidikan kita bisa menjadi lebih baik.

Diikutkan dalam lomba blog DPD RI

15 Responses

  1. Sandi Prayoga 5 years ago
  2. asuransioke 5 years ago
  3. Ahmed Noer 5 years ago
  4. Ahmed Noer 5 years ago
  5. ilmusipil 5 years ago
  6. ilmusipil 5 years ago
  7. Sandi 5 years ago
  8. Kabar Terbaru!! 5 years ago
  9. mubin 5 years ago
  10. Bang Applus 5 years ago
  11. deny 5 years ago
  12. KD 5 years ago
  13. bro eser 5 years ago
  14. Matilda 5 years ago

Add Comment

Anti-Spam Quiz: