In Memorial KI TIMBUL HADIPRAYITNO

Innalilahi wa inna ilaihi roji’un inna lillahi wa inna ilaihi rojiun…

Seniman Bantul itu telah tiada….

Saya membaca dari detiknews ada kabar duka. Seorang seniman yang telah mengharumkan budaya bangsa Jawa lewat wayang ini telah meninggal dunia di Patalan Jetis Bantul  Ki Timbul Hadiprayitno yang lahir di Bagelen, Purworejo, pada 20 Juni 1934 menghembuskan nafas terakhirnya di usia 79 Tahun.

Sekilas Profil beliau

Terlahir dari orang tua Guno Wasito dan Sinah, beliau anak bungsu dari 3 bersaudara. Ki Timbul memang berasal dari keluarga dalang. Ibunya adalah anak seorang dalang Ki Proyo Wasito yang memiliki adik perempuan Tini; dan bu Tini melahirkan dalang tersohor Ki Hadi Sugito dari Kulon Progo.

Belajar mendalang diperoleh dari orang tuanya. Namun Ki Timbul juga belajar kepada siapapun, termasuk kepada dalang-dalang lainnya semacam  Ki Wiji Prayitno (ayah dari Hadi Sugito): Ki Kasmono, Kulon Progo; Ki Gondo Margono belajar mengenai sulukan; Ki Bancak tentang sabetan; dan Ki Narto tentang antawacana.

Dalam menggarap pakeliran Ki Timbul sangat kuat dalam garap sabet, garap catur dan garap lakon. Ia adalah dalang yang mahir dalam mempergelarkan lakon-lakon banjaran yaitu cerita tentang riwayat hidup tokoh wayang.  Dalam pergelaran wayang Timbul berusaha untuk menampilkan lakon, sanggit, sabet, dan gecul secara seimbang. Beliau  adalah dalang yang teguh dalam mempertahankan tradisi.

Ki Timbul merupakan dalang kondang yang terkenal seantero negeri bahkan ke luar negeri , Mengenai lakon yang menjadi favoritnya adalah menyesuaikan dengan trend masyarakat yang menanggap. Ki Timbul pernah membuat sanggit lakon sendiri, yang kebanyakan adalah cerita tentang wahyu, antara lain: Wahyu Harjadah, Wahyu Kembang Slombo, Wahyu Panca Purbo, dan Wahyu Mustika Haji. Timbul memiliki kelomok karawitan sendiri, yang bernama Marsudi Budaya, jumlah anggaotanya kurang lebih 30 orang. Ia juga menulis buku-buku tetapi untuk kepentingan pribadi, antara lain mengenai lakon-lakon pedalangan, dan sulukan-sulukan.

Ada banyak hal yang bisa kita petik dari seorang ki Timbul antara lain salah satu kiatnya untuk sukses adalah :

belajar baik secara lahir yaitu, kemampuan teknis pedalangan, membaca buku-buku pedalangan dan sumber-sumber lain. Dan secara batin, antara lain menjaga tingkah laku, antara ucapan dan tindakan harus sesuai.

Karenanya kita sebagai generasi yang lahir diera teknologi ini perlu sekali untuk selalu mengenal budaya asli kita yang mungkin tidak akan kita temukan dimasa mendatang kalo tidak kita lestarikan

Selamat jalan ki dalang, semoga karya-karyamu abadi untuk dikenang anak-anak bangsa ini dan dan akhirnya kini menjadi tugas generasi muda untuk nguri nguri kabudayan jawa.

sumber :

  1. http://wayang.wordpress.com/2010/03/06/ki-timbul-hadiprayitno/#more-1147
  2. http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/24895

8 Responses

  1. alamendah 6 years ago
  2. Darin 6 years ago
  3. ada-akbar.com 6 years ago
  4. Aryo Seno 6 years ago
  5. Agus Siswoyo 6 years ago
  6. Kang Nur 6 years ago
  7. bdangkal 6 years ago
  8. Arif Riyanto 6 years ago

Add Comment

Anti-Spam Quiz: