Corat Coret Seragam, Kelulusan dan Kejujuran

Corat Coret Seragam , Kelulusan dan Tingkat Kejujuran

Perilaku corat coret sehabis UN masih menjadi sebuah tradisi yang sepertinya trend. Kemaren saya masih mendapati beberapa pelajar disekitar Bantul masih melakukan corat-coret. Memang perayaan kelulusan masih sangat identik dilakukan dengan corat-coret seragam. Seragam mereka yang bersih dan rapi dicorat-coret dengan cat semprot atau pilox selain dengan spidol. Mereka dengan bersemangat bergantian meminta teman-temannya untuk membubuhkan tanda tangan di baju dan celana atau roknya. Yang lebih parah bukan hanya busana, tapi juga ke tubuh dan rambut, keren man!

Ada yang berpendapat hal ini udah tradisi dan sebagai tanda melepas kepenatan selama ujian, cuma dari pada di corat coret mbokya di sumbangkan ya, kan lebih berguna.

Saya mengapresiasi apa yang dilakukan siwa-siswa SMA 3 Yogya yang membagikan nasi bungkus sambil meminta do’a untuk melanjutkan studi mereka, bukankah itu sangat mulia? Disamping yang diberikan nasi juga seneng, mereka juga dapat do’a yang Insya Allah membawa berkah pada mereka untuk sukses. So kenapa mesti corat coret?

Aksi corat coret ini mungkin bagi yang lulus sih seneng, lha bagi yang ga lulus? Waduh gimana tuh? Untuk tahun 2011 ini saja masih terdapat beberapa siswa yang tidak lulus, walupun  kalo dilihat tahun ini hampir 99 % lulus.

Untuk Provinsi DIY tahun 2011 mencapai 99,2 % lumayan bangga ya! Dan lebih membanggakan lagi noh dia “Kabupaten Bantul meraih peringkat paling baik tingkat ketidaklulusan siswa yaitu dengan jumlah peserta 4.443 dan yang dinyatakan tidak lulus hanya 15 orang atau 0,34 persen saja” mantef tuh…

Semoga prestasi ini bisa terus di tingkatkan.

Ngomong-ngomong soal kejujuran ada yang membanggakan juga buat Yogyakarta  nih dia bahwa Pelaksaan UN di Yogyakarta Terjujur se-Indonesia, wah anak-anak jogja lumayan jujur-jujur ya dalam mengerjakan Ujian? Hehe. Kriteria itu diambil berdasarkan penilaian tim independen yang tidak banyak mendapat keluhan atau teguran selama pelaksanaan ujian nasional dan analisis terhadap pola jawaban peserta UN, Jika ada pola jawaban dengan kesalahan yang kembar, maka ada kemungkinan terjadi sesuatu yang berhubungan dengan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional dan hal ini tidak terjadi di Yogyakarta.

Wah prestasi yang membanggakan nih!

Tapi tingkat kejujuran tersebut juga harus ditelusur dari semua aspek termasuk gurunya juga harus jujur-jujur, pengawas juga harus jujur, yang memantau juga harus jujur ya semua harus jujur….

Selamat buat temen-temen yang sukses menempuh ujian dan dinyatakan lulus, buat yang belum lulus masih ada kesempatan, giatlah belajar.

Mau melanjutkan kemana?

image : mediaindonesia.com

13 Responses

  1. alamendah 6 years ago
  2. hendri 6 years ago
  3. tomi 6 years ago
  4. Ismail 6 years ago
  5. adin 6 years ago
  6. Darin 6 years ago
  7. ada-akbar.com 6 years ago
  8. Pradisz Wardhana 6 years ago
  9. Arief Maulana 6 years ago
  10. dHaNy 6 years ago
  11. lintasberita 6 years ago
  12. ajurNA 6 years ago

Add Comment

Anti-Spam Quiz: