suporter bola dan polusi udara

supporter sepakbola dan  polusi udara

polusi kebisinganBeberapa waktu yang lalu saya pulang kerja bertepatan dengan berangkatnya supporter sepabola kebanggaan masyarakat kota Yogyakarta yang melihat kesebelasannya  bertanding di stadion Mandala Krida Yogyakarta. Pertama kali melewati mereka tidak terdengar suara kecuali canda tawa dan rasa optimisme yang tinggi untuk mendukung kesebelasannya, namun tiba-tiba kebetulan mereka beranjak berangkat tiba-tiba telinga saya dipekak kan oleh suara raungan sepeda motor yang mereka kendarai. Seperti saat kampanye saja.

Waduh yang benar saja, hari gini masih pake knalpot blombongan?  Ga mikir apa telinga tetangga masih waras? Capek deh!!!!!

Ya itulah realitas dunia supporter sepakbola kita yang masih bangga akan hal-hal yang bukan dalam rangka membolakan masyarakat namun lebih pada membanggakan diri untuk menunjukan jatidiri sebagai supporter fanatic. Yang lebih menakutkan lagi adalah bertemunya dua kelompok yang bersaudara untuk saling pukul demi gengsi dan fanatisme kelompoknya.

Lantas kalo sudah begini, masih memikirkan emisi gas buang? Jelas tidak! Siapa mau peduli dengan pembuangan emisi dari knalpot yang meraung-raung. Mikir uji kebisingan?  Emang gue pikirin paling begitu jabawannya.

Padahal kalo mau bener-bener diukur, untuk emisi gas buang kendaraan bermotor standar saja belum tentu lulus uji emisi.

Hasil uji emisi untuk kendaraan bermotor di DIY hasil pengujian BLH DIY pada tahun 2010 belum menunjukan 100 % Lulus Uji Emisi

Kabupaten/Kota Jumlah
Lulus Uji TidakLulus Uji Total
Kulonprogo 261 8 269
Bantul 252 20 272
Sleman 98 8 106
Gunungkidul 245 19 264
Yogyakarta 258 28 286
1114 83 1197

Sumber : BLH Provinsi DIY 2010

Sebagaimana kita lihat dalam table diatas, tidak semua kendaraan yang telah diuji memenuhi persyaratan, padahal untuk motor standar.

Pertanyaannya apakah motor yang diblombong so pasti bakalan lulus uji emisi? Simpulkan sendiri ya!

Segosegawe

segosegawe1Kenyataan motor blombongan ini sangat bertolakbelakang dengan program segosegawe yang di lakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta  telah menekan penggunaan kendaraan bermotor ini dengan kampanye “Sego Segawe” Sepeda Kanggo sekolah dan nyambut gawe (Sepeda untuk sekolah dan kerja)

Lha bagaimana dengan para supporter bola yang berangkat ke stadion dengan kendaraan blombongan ini?

Bukankan akan lebih asyik kalo mereka pergi ke stadion dengan sepeda?

Banyak keuntungannya sebenarnya yang didapat  : Lebih Sehat sudah jelas, Lebih santai, Hemat BBM.

Yang jelas…

Banyaknya komunitas sepeda yang ada di Jogjakarta ternyata belum bisa  meruntuhkan egoisme segelintir supporter fanatik untuk berlomba menghabiskan BBM dan memekakkan telinga saudaranya yang mereka lewati.

Semoga sadar diri ya…

 

45 Responses

  1. alamendah 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  2. lozz akbar 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  3. cerita dewasa 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  4. bd 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  5. holichaxor 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  6. wien 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  7. zhanaz45 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  8. Zippy 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  9. Sukadi 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  10. Gaphe 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  11. aming 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  12. tomi 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
      • tomi 7 years ago
  13. komputerbutut 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  14. Lockjaw Theory 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  15. situsonline 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  16. Nyach MMS 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  17. Tongkonanku 7 years ago
  18. ismail 7 years ago
  19. iyandiansyah 7 years ago
  20. kamaropini 7 years ago
  21. tonykoes 7 years ago
  22. sedjatee 7 years ago
  23. Alam 7 years ago
  24. Agus Siswoyo 7 years ago
  25. The Jombang Taste 7 years ago

Add Comment

Anti-Spam Quiz: