Niteni, Niroke, Nambahi

Niteni, Niroke, Nambahi.

aku bisaArtikel ini mungkin sudah dipublish oleh banyak narablog, saya disini mencoba mengingat kembali saja , silahkan dikoreksi dan ditambahi kekurangannya.

Pernah membaca sebuah rumus 3N (Niteni, Niroke, Nambahi)? Saya dapat kata-kata itu dari sebuah buku karangan blogger Jogja mas Eko Nurhuda (ekonurhuda.com) yang dikutif dari pernyataan Mardjuki, seorang penulis kreatif dari Jogja . Itu adalah kata-kata dari bahasa Jawa, yang berarti “mengamati”,” meniru” dan “menambahi”.

Sebagaimana yang disampaikan Mardjuki diatas Itu adalah sebuah rumus untuk mempermudah kita dalam melakukan penulisan dalam mengisi blog kita, lantas gimana maksudnya?

Niteni (mengamati) dimaksudkan sebagai upaya kita mencari ide melalui pengamatan terhadap tulisan-tulisan yang telah terpublish oleh narablog lain yang telah lebih dulu sukses. Sebenarnya cara ini mungkin telah kita semua lakukan yaitu dengan blogwalking pada teman-teman narablog yang laen dan mengamai tulisan yang disampaikan.

Kalo sudah diamati, langkah kedua adalah niroke (meniru), tapi yang dimaksud oleh Mardjuki bukan berarti mencontek dan menerjemahkan. Yang dimaksud adalah meniru bagaimana caranya menulis, cara menyampaikan dalam konten, cara memulai postingan. Warning! Jangan tiru tulisan saya ya? Saya sendiri masih belajar untuk menuliskan sesuai dengan karakter saya sendiri, walaupun mungkin sangat jauh dari kaidah penulisan yang benar. Berharap saja bermanfaat buat yang baca.

Selesai meniru membuat sebuah postingan seperti para narablog yang telah sukses, langkah yang terakhir adalah nambahi /mengembangkan dengan cirri khas dari anda semua, dengan keunikan yang kita punya, termasuk dengan karakter kita sendiri.

Semoga bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tulisan yang kita bangun dan selamat mengupdate blog masing-masing.

image: babymilna.com