Nasehat yang baik (2)

 kehidupan

Nasehat yang baik (2) I Piwulang

Menyambung postingan sebelumnya tentang nasehat yang baik, kali ini saya akan menyampaikan kelanjutannya. Tulisan ini saya dapatkan dari selembar brosur yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DIY dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. Apalagi dikaitkan dengan dengan fenomena “Gayus” yang sekarang ini terjadi, mudah mudahan bermanfaat.

Sinom

Amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni boya keduman melik kaliren wekasanipun, dilalah kersa Allah begja-begjane kang lali luwih begja kang eling lan waspada (Serat Kalatidha)

Yang artinya kurang lebih :
Mengalami masa yang gila menyebabkan serba sulit dalam pemikiran, akan ikut berbuat gila tidak tahan, tapi kalo tidak ikut gila tidak mendapat bagian, sehingga akhirnya kelaparan, namun atas kehendak Allah SWT sebahagia-bahagianya orang lupa, masih lebih bahagia orang yang sadar dan waspada.

Mijil

Gegarane guna lawan sekti, kudu andhap asor, wani ngalah luhur wekasane, tumungkula yen dipundukani, bapang densimpangi ana catur mungkur.

Artinya syarat menjadi orang pandai dan bijak, harus sopan santun dan rendah hati, berani mengalah, mulia akhirnya, sabarlah jika kena marah, hindari rintangan dan pergunjingan.

Gambuh

Sabarang tindak tanduk, tumindake lan sakadaripun den-ngaksama kasisipaning sesame, sumimpanga ing laku dur, hardening budi kang ngrodon (Serat Wehdatama)

Artinya semua tingkah laku harus tidak sembarangan dan tergesa-gesa, bertindaklah dengan wajar, murah member maaf kepada sesame, jauhilah perbuatan jahat, sebab kejahatan itu pancaran hawa nafsu

Silahkan resapi dalam-dalam, semoga memberi manfaat dan nasehat pada kita semua untuk selalu berbuat baik.

Author: 

23 Responses

  1. Sugeng15/01/2011 at 7:37 PMReply

    Kangen mendengarkan langam sinom mas, sayang gak ada link untuk mendegrakan merdunya alunan suaranya :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • Author

      mas tony16/01/2011 at 6:51 AMReply

      Semoga saya dapatkan mp3nya mas, nanti saya posting kalo sudah dapat

  2. Darin15/01/2011 at 7:57 PMReply

    Kearifan lokal ternyata masih mantap ya mas.
    Semoga kita tak semerta-merta meninggalkannya…

    • Author

      mas tony16/01/2011 at 6:53 AMReply

      Perkembangan jaman wajib kita ikuti, namun ambil positifnya, sedang untuk kearifan lokal sepertinya tak lekang oleh waktu mas Darin

  3. sawali tuhusetya15/01/2011 at 7:58 PMReply

    wah, luar biasa kandungan nilai falsafi dalam kutipan tembang2 jawa itu, mas tony. sungguh benar, apa yang tersirat di balik tembang itu jika dikaitkan dengan konteks kehidupan masa sekarang. ancur dan amburadul. btw, ini rumah baru mas sugeng, ya?

    • Author

      mas tony16/01/2011 at 6:55 AMReply

      Memang benar pak, semoga keadaan lebih baik.

      Maaf maksudnya blog ini? Ini punya saya sendiri pak, tony saking mbantul

  4. ismail16/01/2011 at 3:13 PMReply

    Yang dipake’ itu bahasa apa ya?
    untungnya diartiin jadi paham deh…he..he..

    Nilai-nilai yang dipaparkan memang harus selalu melekat dalam diri setiap manusia kang.

    Salam Blogger

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 8:59 AMReply

      bahasa jawa mas, warisan leluhur. Karenanya perlu selalu ditanamkan apalagi keadaan sekarang ini

  5. eser16/01/2011 at 6:04 PMReply

    Wah hebat ya, isi selebaran ditulis mengunakan bahasa daerah…

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 9:01 AMReply

      Itu sebuah brosur / booklet bro yang dibagikan pada setiap pegawai

  6. wien16/01/2011 at 7:39 PMReply

    untung ditulis artinya dlm bhs Indonesia, kalau tidak saya sendiri juga bingung mengartikannya mas walaupun wong jogja :D

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 9:01 AMReply

      kalo suruh saya sendiri yang mengartikan, saya juga tidak bisa mas, saya dapat artinya juga dari bookletnya, hehe

  7. Erdien17/01/2011 at 10:57 AMReply

    Nasihat-nasihat yang patut diaplikasikan dalam kehidupan Mas.

    Salam sukses!

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 10:54 PMReply

      Bener kang, seharusnya pemimpin kita juga baca ini terus menerus dan diterapkan dalam memimpin bangsa ini

  8. Iqmal17/01/2011 at 11:47 AMReply

    Di LKS bahasa jawa jg ada artinya kok maz :) hhe..

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 10:56 PMReply

      saya dulu hanya di wulang honocoroko dik! blm ada LKS

  9. ysalma17/01/2011 at 1:07 PMReply

    nasehat baik untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,,, materi bukan segala-galanya,,

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 10:58 PMReply

      Bener mbak, hidup didunia itu juga bekal untuk kehidupan abadi yang selanjutnya, harta, anak hanya sebuah titipan….

      Semoga kita termasuk golongan yang lebih baik

  10. zuLHam17/01/2011 at 9:29 PMReply

    Indonesia memang keren, tak usah jauh2 belajar teori kepemimpinan, di sini ternyata juga ada…

    • Author

      mas tony17/01/2011 at 10:59 PMReply

      kalo itu diterapkan lebih keren lagi tidak hanya teori, yang koment juga keren

  11. jubah dan gamis21/01/2011 at 10:12 PMReply

    sing apik lakonono sing olo tinggalono, apik olo manuto Sing Kuoso

    yg bik kakukan, yg buruk tinggalkan, baik buruk taatlah Yang Maha Kuasa

  12. baju muslim modern21/01/2011 at 10:21 PMReply

    Contoh perilaku adalah nasehat yang terbaik, kita ini kurang tokoh hidup buat dicontoh :)

  13. Arif Usman Santoso19/10/2011 at 8:35 AMReply

    Matur swun mas atas pengetahuannya… semoga bisa bermnfaat buat saya pribadi dan yg lainx…!

Leave a Reply

Anti-Spam Quiz: