relawan “sampah”

Apa kabar rekan-rekan sekalian? Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan untuk anda semua.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya kepada anda semua. Oh iya sebelumnya saya mohon jangan berkonotasi negatif dulu dengan judul diatas, pastinya bukan relawan yang tidak berguna alias “sampah” :bingung namun memang itu adanya yaitu relawan yang mengurusi sampah di pengungsian

Sekedar sharing saja, apakah anda semua telah memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah? Saya yakin sudah tentunya walaupun tidak bisa secara langsung memberikan bantuan, namun bisa menyalurkannya melalui lembaga-lembaga resmi yang banyak beredar dan juga dengan bantuan lain yaitu do’a.

Kembali ke Relawan “sampah” diatas, hari ini saya kesampaian juga memberikan sumbang sih saya melalui bantuan yang mungkin dianggap sepele dan jarang diperhatikan. Mungkin anda semua melihat fokus bantuan hanya mengenai makanan, obat-obatan, pakaian dan lain-lain. Lalu bagaimana penanganan bekas makanan dari dapur umum, sisa makanan warga pengungsi? Siapakah yang mau peduli kepada sisa-sisa pembuangan? Bisa saja anda mengatakan bahwa itu tanggung jawab dinas terkait dan kita tidak perlu menanganinya.

Anda bisa bayangkan, setiap harinya dapur umum dalam satu barak pengungsian menghasilkan tidak kurang dari 1 ton sampah yang dihasilkan, belum lagi sisa makanan dari pengungsi tentu akan menumpuk banyak sekali dan bisa jadi akan menimbulkan banyak penyakit akibat bau busuk sampah, apalagi sampah yang dihasilkan lebih banyak sampah organik yaitu sisa makanan dan sayuran yang tidak terpakai. Bagaimana kalo seandainya tidak ada yang mempedulikannya?

Ada hal yang menarik pada kegiatan pagi ini, kegiatan yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 28 Oktober 2010 telah memasuki munggu ke 2. Karena sudah terlalu lelah, rekan-rekan mulai melakukan aktifitas agak siangan, so apa yang terjadi? Kita keduluan sama pemulung sampah yang datang ke pengungsian. Nah ini yang sangat disayangkan bahwa yang dilakukan hanya mengambil barang-barang yang bisa dijual dan tidak mempedulikan sampah-sampah organic yang sangat banyak padahal sumber sumber utama penyakit adalah sampah-sampah basah dari sisa-sisa makanan yang dibuang begitu saja.

Lalu apa yang dilakukan rekan-rekan relawan “sampah”?

Dibarak pengungsian rekan-rekan melakukan pemilahan sampah berdasar jenisnya untuk kemudian dilakukan pengepakan, penggilingan, pengomposan untuk sampah organik sehingga sampah-sampah tadi tidak langsung di bawa ke TPA sampah namun disaring dulu/diminimalkan atau dengan kata lain mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA. Dengan demikian hal ini dapat membantu upaya minimalisasi sampah.

Endingnya….

Sampah-sampah yang tersebar di pengungsian diharapkan bisa berkurang, berdaya guna dan mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan dan semoga yang dilakukan bermanfaat untuk kita dan bumi kita dan masa depan keturunan kita dan……

Terakhir, …. semoga bencana ini lekas berakhir.

Semoga tulisan ini bermanfaat….. ada kritik dan masukan? silahkan

7 Responses

  1. Agus Siswoyo 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  2. Fadly Muin 7 years ago
    • mas tony 7 years ago
  3. Erdien | Sundagasik 7 years ago
    • mas tony 7 years ago

Add Comment

Anti-Spam Quiz: