Halalkah usaha dan pekerjaan yang kita lakukan?

Sehabis membaca postingan Mr. Arief Maulana jadi tergerak untuk menulis judul diatas. Bahwa pekerjaan yang kita lakukan semata-mata ibadah kepada Allah namun saya menambahkan bahwa semoga pekerjaan yang kita tekuni adalah benar-benar pekerjaan halal.


Saya teringat kembali ketika saya bertemu sahabat saya waktu SMA  (mas Agung Wijanarko) yang sudah lama sekitar 14 tahun baru ketemu dan sempat bereuni bersama dengan temen-temen yang lain. Semoga  mas Agung membaca tulisan saya ini,  Kami berdiskusi tentang pekerjaan kami masing-masing, saling share tentang manfaat dan mudharatnya dan apa yang terjadi? Beliau mengatakan bahwa sedang dalam kegelisahan memikirkan asal muasal gaji yang dia terima. Tentu ini mencengangkan bagi saya. Saya baru saja berfikir bahwa kerjaan yang beliau  tekuni adalah bisa jadi mimpi semua orang. Tapi ternyata tidak untuk beliau.

Dari cerita mas Agung saya baru menyadari bahwa anda sesuatu ganjalan bahwa gaji yang dia terima berasal dari bunga bank yang jelas -jelas hal tersebut tidak diperbolehkan.  Bagaimana nasihb anak istrinya yang diberikan rejeki yang haram?

Sebagaimana firman Allah:

“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS Al Baqarah 275).

lalu bagimana dengan pekerjaan kita sekalian?

Sebagai pekerja,  saya dan mungkin rekan-rekan semua terkadang kita dihadapkan pada sebuah dilemma mengenai hal itu, Tapi sebenarnya kalo kita merujuk pada Firman Allah diatas jelas mengenai hal tersebut bahwa hukumnya riba adalah haram.

Kembali ke cerita mas Agung tadi :

Singkat cerita beliau dengan nawaetu penuh keyakinan ingin segera mengakhiri  dan ingin mencoba menekuni bisnis MLM, tapi sekali lagi masih ada ganjalan, bagaimana hukum MLM itu sendiri? Sepertinya untuk pembahasan mengenai halal haramnya bisnis MLM belum tuntas, memang sebagian ada yang menyatakan itu hukumnya boleh asal tidak mengandung unsure :

  • Riba’
  • Ghoror (penipuan)
  • Dhoror (merugikan atau mendholimi fihak lain)
  • Jahalah (tidak transparan).

Namun kepastian mengenai hukumnya itu saya belum menemukannya, mungkin rekan-rekan ada yang bisa membantu!

Lalu bagaimana dengan internet marketing?

Saya  berpendapat kalo itu dilakukan atas akad jual beli, tentu hal itu sah-sah saja, namun tidak jarang juga beberapa yang memakai system MLM / Matrik dan lain-lain dan hal itu bisa anda simpulkan sendiri hukumnya apa.

Mengenai pekerjaan pokok saya, saya sendiri masih merenungkan apakah pekerjaan yang saya jalani benar-benar 100% halal, karena apa, mestinya kita dibayar setelah kita bekerja, bukanya digaji dahulu baru kerja kemudian. Ya semoga saja apa yang saya kerjakan sesuai dengan imbalan yang telah saya terima sebelumnya.

Last…..

Tentunya karena bekerja adalah ibadah sebisa mungkin dan harus, carilah pekerjaan yang halal. Kalau kita mau jual produk ya sampaikan dengan benar mengenai kekurangan dan kelebihan produk dan jangan lupa petunjuk pemakaiannya jangan sampai kita digolongkan kedalam golongan penipu.

Semoga bermanfaat