Mensyukuri Nikmat Allah

Serial  Menggapai Hidup Bahagia

Part 1

Mensyukuri Nikmat Allah

Cara pertama agar kita bisa menggapai hidup bahagia adalah menysukuri nikmat-nikmat Allah yang telah mengguyur kita dari atas hingga ke bawah telapak kaki kita. Kesehatan, Makanan, Minuman, Air, Matahari adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita, apakah telah kita sadari?

Contoh sederhana adalah betapa nikmat Allah berupa adanya Oksigen atau Zat Asam yang kita hirup untuk tetap hidup. Sampai saat ini tidak perlu dibeli.

Tapi sejauh ini kita tidak cukup cerdas untuk konsisten memahami betapa rasa syukur itulah yang akan membuat manusia menemukan cahaya illahi dalam kehidupannya.

Bagimana tidak! kualitas udara dari waktu ke waktu semakin buruk karena ulah manusia seperti polusi udara, penebangan hutan dan berbagai bentuk kerusakan yang disebabkan oleh keserakahan manusia.Daerah yang semula berudara sejuk dan nyaman untuk ditempati karena terletak di dataran tinggi, kini udaranya ketika siang hari nyaris tidak berbeda dengan daerah dataran rendah atau tepian pantai yang panas.

Itulah yang mengantar kita menjadi kufur nikmat karenanya.

Untuk dapat mentasyakuri nikmat Allah, harus dilakukan dengan mentafakuri betapa besar kasih sayang Allah. Hal-hal kecil dan besar yang mungkin luput dari pandangan kita sebagai manusia dapat diingatkan untuk selalu disyukuri.

Bentuk atau wujud rasa syukur itu dapat dilakukan antara lain dengan beberapa cara :
1. Bersyukur dengan hati dan perasaan
2. Bersyukur dengan lisan
3. Bersyukur dengan perbuatan
4. Bersyukur dengan harta benda

Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT manusia akan mendapat berkah dan karunia yang lebih banyak lagi dariNYA

Bila masih ada Pertanyaan tentang adanya keraguan kita untuk tidak mensyukuri nikmat Allah, baiknya anda berhenti sejenak dari kesibukan dunia untuk menyadari segeralah bersyukur. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah hidup kita semua. Amien

Semoga bermanfaat

Sumber tulisan :

  • beberapa buku Aid Abdulah Al Qarni,
  • hening widyatmoko with mimbar tafakur